Sepertiga hidup manusia digunakan untuk tidur. Tetapi, sebenarnya
apa fungsi tidur jika dilihat dari sudut ilmiah?
Tidur, bagi manusia penting untuk
kesehatan. Sementara, pada beragam jenis hewan, tidur merupakan istirahat yang
terjadi secara alami. Tanda-tanda kehidupan seperti kesadaran, impuls, dan
frekuensi pernapasan mengalami perubahan.
Untuk tidur normal, biasanya
fungsi saraf motorik dan juga sensorik untuk kegiatan yang perlu koordinasi
dengan sistem saraf pusat akan diblok. Oleh karena itu, ketika kita tidur cenderung tidak bergerak, daya
tanggappun berkurang.
Pradormitium merupakan istilah sebagai fase peralihan
dari sadar menuju tidur. Sementara, fase peralihan dari tidur kembali ke sadar
dikenal juga dengan sebutan postdormitium. Di dalam ilmu kedokteran, ada
satu ilmu yang memelajari gangguan tidur, dikenal dengan sebutan somnologie.
Sekarang ini para ilmuwan
mempercayai, hewan-hewan bertulang belakang (lebih tepat disebut bertulang
rahang) mengalami fase tidur yang sama seperti manusia (kecuali Echidna).
Jika kita perhatikan, unggas pun menunjukkan bahwa mereka tidur. Akan tetapi,
meski tidak secara pasti, apakah unggas yang tidur itu tidak mengaktifkan
sebagian otaknya.
Sementara itu, imuwan sulit
mempercayai jika hewan seperti ular, kadal atau ikan juga tidur. Penilaian
dalam eksperimen menjadi semakin sulit ketika harus membedakan istirahat biasa
suatu organisme dari keadaan tidur.
Bagi orang yang “gila” kerja,
otomatis jatah tidur mereka akan berkurang. Hal itu akan mengakibatkan pengaruh
negatif terhadap tubuh, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Diketahui, dalam tidur ada proses yang begitu penting terjadi, yaitu
proses pemulihan. Proses itu sangat bermanfaat untuk mengembalikan keadaan
seseorang kembali ke semula. Melalui tidur, tubuh yang tadinya lelah akan
menjadi segar ketika bangun.
Seandainya proses tersebut
terhambat, organ tubuh tidak bekerja
secara maksimal. Akibat yang timbulkan, kita akan mengalami kelelahan dan
terjadi degradasi konsentrasi. Tidak saja seperti yang sudah disebut, hal yang
lebih membahayakan adalah terjadi proses penuaan secara dini.
Di dalam tubuh kita ada satu
hormon yang memiliki peran penting dalam mencegah proses penuaan. Hormon
tersebut dihasilkan ketika manusia dalam keadaan tidur, yaitu hormon
somatropin. Somatropin tidak dapat diproduksi secara laik, saat jadwal
tidur seseorang terganggu. Akibat yang ditimbulkan adalah proses regenerasi
sel-sel menjadi terhambat. Padahal kita ketahui, tanpa ada regenerasi, sel-sel
yang mati tidak akan tergantikan. Akibatnya, sel yang biasanya bekerja akan
terhambat.
Ketika kerja sel terhambat,
otomatis metabolisme yang terjadi di tubuh seseorang tidak akan berlangsung
baik. Oleh karena itu, seseorang yang kurang tidur akan terlihat lebih cepat
tua. Lama-kelamaan akan mengalami kemunduran fungsi beragam organ tubuh, akibat
lainnya timbul beragam penyakit.
Setiap orang perlu memerhatikan
kualitas tidurnya. Kualitas itu tidak bergantung pada jumlah, tetapi bergantung
pada pemenuhan kebutuhan tubuh terhadap tidur. Seseorang punya waktu tidur
beragam. Ada orang yang perlu tidur 8 jam, tetapi ada juga yang cukup tidur hanya
3 jam. Lamanya waktu tidur seseorang tergantung dari individunya sendiri. Akan
tetapi, berdasarkan aturan kesehatan, keperluan tidur anak-anak 8 hingga 10
jam. Sementara, orang dewasa perlu 6 hingga 8 jam.
Apa yang menjadi indikator
tercukupinya waktu tidur seseorang? Tak lain kondisi tubuh ketika bangur dari
tidur. Seseorang yang segar-bugar saat bangun tidur, artinya kebutuhan tidurnya
sudah tercukupi. Tetapi sebaliknya, ketika bangun tidur badan masih terasa
lemas, itu artinya kebutuhan tidur orang tersebut masih kurang.
Penting bagi kita memenuhi
kebutuhan tidur. Dengan alasan apapun, jangan pernah memotong waktu tidur.
Disarankan untuk mengatur waktu tidur sehari-hari secara lebih baik agar
memeroleh waktu istirahat cukup.
Antioksidan diperlukan seandainya
jam tidur belum terpenuhi. Hal itu diperlukan dalam menghambat proses penuaan,
juga meningkatkan daya tahan tubuh. Tentunya kita menginginkan tubuh yang
sehat. Itu sudah jadi dambaan setiap orang.
Ada satu mekanisme dalam tubuh
manusia yang telah bekerja selama 24
jam, dikenal dengan istilah ritme circadian. Hal itu yang menentukan kapan
dan berapa lama manusia tidur. Dr. Louis Ptacek, seorang ahli saraf dari The
Howard Hughes Medical Institute mendapati, terdapat gen rusak yang dikenal
dengan Per2 dalam mengatur ritme circadian tersebut.
Sementara itu, Ptacek bersama
rekannya dari The Howard Hughes Medical Institute, Universitas
California di San Fransisco dalam
The Journal Nature memberitakan penemuan mutasi gen yang lainnya pada
gen lain, dikenal dengan CK1 Delta. Gen tersebut jika dimasukkan ke
dalam tubuh mencit akan memperlihatkan tingkah laku yang sama. Saat disuntikkan
ke lalat buah, justru membuat kacau ritme circadian-nya.
Dari
situ, dokter ahli saraf tersebut mengatakan, penggunaan gen yang sama untuk
memelajari tingkah laku spesies berbeda, mungkin akan dapat menelusuri
mekanisme molekular yang terlibat terhadap gangguan tidur. Dia membuat
perkiraan, 3 dari 10 orang punya bentuk gangguan tidur. Penelitian mengenai gen
yang mengatur jam tubuh akan dapat mengarah kepada penemuan obat gangguan tidur
terhadap orang-orang.
Baru-baru ini, sebuah penelitian
yang baru dipublikasi pada minggu kedua Desember 2009, dalam Journal of
American Medical Association menemukan, bahwa jika Anda kurang tidur dari
7,5 jam sehari, hal itu akan mempertinggi serangan penyakit jantung, begitu
diberitakan Time dalam
liputan6.com.
Salah seorang peneliti, Dr. Kazuo
Eguchi dari Universitas Medis Jichi di Tochigi, Jepang mengatakan, kebiasaan tidur punya dampak besar
terhadap kesehatan manusia. Penelitiannya dihubungkan pada kebiasaan tidur yang
tidak tepat, baik tidur yang kurang, maupun terlalu banyak. Sementara, untuk
gangguan obesitas, diabetes, dan risiko yang lebih tinggi, yaitu serangan
jantung atau kematian lebih awal.
Terdapat 1.225 sampel yang
diambil. Usia rata-rata sampel berkisar 70 tahun dan punya hipertensi. Dari
situ ditemukan 99 kejadian kardiovaskular untuk semua sampel.
Kardiovaskular itu termasuk stroke,
serangan jantung, dan kematian jantung secara tiba-tiba. Tingkat insiden kematian
jantung dadakan berkisar 33%, lebih tinggi di antara orang-orang yang tidur
kurang dari 7,5 jam. Akan tetapi, untuk mereka yang tidur kurang dari 7,5 jam
sehari dan tidak mengalami hipertensi, tidak ada tanda-tanda peningkatan risiko
jantung.
Eguchi mengatakan, tidur itu
sangat penting untuk semua orang. Terpenting lagi untuk orang-orang yang punya
beberapa risiko kardiovaskular dan hipertensi. Menjaga pola tidur yang
konsisten pun juga penting.
Tidur diketahui juga sebagai penyembuh yang baik. Saat itulah terjadi
pertumbuhan sel-sel tubuh. Contohnya, tidur dapat meningkatkan hormon
pertumbuhan dan mengganti sistem kekebalan. Pada orang dewasa, kurang tidur
dapat menyebabkan depresi berat. Dalam keadaan kurang tidur yang parah, depresi
akan bertambah karena otak tidak bisa berpikir jernih, banyak kasus bunuh diri
karenanya.
Di bawah ini adalah fakta menarik seputar tidur yang perlu Anda ketahui.
1.
Saat kita tidur nyenyak, napas, detak jantung, dan tekanan darah berada
dalam tingkat paling rendah.
2.
Ketika kita sedang bermimpi, otak biasanya bekerja mencari pengalaman serupa
yang pernah terjadi saat kita sedang dalam keadaan sadar.
3.
Banyak orang menderita insomnia karena pengaruh rasa khawatir. Rata-rata
penderita insomnia paling tinggi adalah wanita dan orang tua.
4.
Rata-rata orang terbangun sekitar 6 kali setiap waktu mereka tidur.
5.
Suhu tubuh akan menurun drastis menjelang pagi. Biasanya titik paling
rendah sekitar pukul 4 pagi, lalu akan
naik lagi setelah matahari terbit.
6.
Meski kita sedang tertidur pulas, ada beberapa bagian dari tubuh kita yang
bisa menerima suara atau sinyal dari sekitar. Itulah sebabnya, mengapa orang tua
selalu bangun ketika bayi atau anaknya menangis.
Pastinya, dalam tidur keseharian, Anda menginginkan
tidur yang sehat. Nah, sebenarnya bagaimana tidur yang sehat itu? Dapat
Anda simak seperti di bawah ini.
- Siapkan diri, pastikan Anda dalam
keadaan tenang dan santai sebelum tidur. Sebelum beranjak ke tempat tidur,
lakukan aktivitas ringan. Hindari musik terlalu keras dan nyala televisi.
Matikan lampu. Membaca, yoga, atau meditasi dapat membantu Anda
bersiap-siap tidur.
- Taati jadwal rutin tidur dan bangun di waktu
yang sama setiap hari. Tubuh Anda akan terbiasa dengan jadwal itu dan akan
terbiasa mempersiapkan tidur yang enak.
- Jika Anda menghabiskan waktu lebih dari 15
menit di ranjang untuk bersiap tidur, sebaiknya lakukan sesuatu hal yang
membuat santai tapi jangan di atas kasur. Berada di ranjang saat terjaga
justru meningkatkan kekhawatiran tidak dapat tidur.
- Olahraga dapat membuat tidur lebih baik, tapi
jika dilakukan di waktu yang tepat. Waktu paling ideal untuk olahraga
adalah pagi hari. Olahraga di siang hari akan membuat kantuk, karena
olahraga membuat energi tubuh meningkat.
- Jangan makan makanan berat sebelum tidur dan
jangan mengonsumsi kafein saat menjelang tidur. Merokok dan alkohol dapat
mengganggu kemampuan tidur Anda.
Selamat menikmati
tidur Anda!
[Jun-Diolah
Dari Berbagai Sumber]
Posted by: |