Indonesia boleh berbangga punya banyak ragam budaya, suku, bahasa, juga seni tradisional yang sudah mendunia. Kerajinan yang satu ini tak hanya menjadi magnet di negeri sendiri, tetapi telah melanglang buana melintas benua.
Siapa orang Indonesia yang tak kenal batik? Tak perlu dijawab pun orang pasti bilang, tahu! Indonesia mempatenkan batik menjadi hak milik negeri ini sudah diakui dunia sekitar setahun lalu oleh UNESCO. Sempat terjadi klaim oleh negara tetangga sebelah yang “mengaku” sebagai warisan leluhurnya.
Akan tetapi, tahukah kita dari mana asal kata batik itu muncul? Batik bermula dari bahasa Jawa, yaitu amba yang berarti menulis dan titik, berupa titik-titik. Selanjutnya terjadi pengucapan kata, seperti ambatitik-ambatik-mbatik-batik. Tepat sekali, semula batik dibuat secara konvensional melalui tulisan tangan. Dikenallah dengan nama batik tulis.
Di zaman kerajaan dulu batik memang sudah dikenal, terutama di zaman kerajaan Majapahit. Anda dapat mengetahui jejak peninggalan batik tersebut di sekitar Mojokerto dan Tulungagung. Di zaman kerajaan Majapahit, Mojokerto diketahui sebagai ibu kota kerajaan. Sementara Tulungagung, dahulunya bernama Bonorowo (sekitaran daerah tersebut di kelilingi oleh rawa) dipimpin oleh Adipati Kalang.
Diceritakan dalam kisah kerajaan dia tak mau tunduk terhadap Majapahit hingga tewas dibunuh. Mulai dari situ, perajin batik dari Majapahit mengenalkan seni batik di Bonorowo yang sekarang bernama Tulungagung.
Sebagai warisan budaya Indonesia yang sudah diakui di dunia internasional, batik dapat dipakai dalam beragam kesempatan, baik formal maupun nonformal. Lihat saja sekarang, di kantor-kantor, baik pemerintah maupun swasta menetapkan di akhir pekan (Jumat) meminta pekerjanya memakai batik. Bisa saja hari Jumat ditetapkan sebagai hari batik di seluruh kantor-kantor di Indonesia.
Tak hanya di kantoran, batik pun merambah dunia fesyen kita. Banyak perancang busana ternama tanah air memadupadankan rancangannya dengan bahan dasar batik. Kreativitas tingkat tinggi itu perlu mendapat apresiasi. Proses pembuatan batik pun tak dapat dianggap remeh.
CARA MEMBUAT BATIK
Batik terbuat dari kapas yang dipintal menjadi benang-kain disebut kain mori. Zaman pun semakin berkembang, tak hanya kain mori saja, tetapi merambah ke bahan lain seperti sutera, poliester, rayon, dan bahan sintetis lainnya.
Motif-motif batik dibuat dari cairan lilin memakai alat yang biasa disebut canting. Canting digunakan untuk membuat motif halus, sedangkan alat lain semisal kuas dipakai untuk motif ukuran besar, sehingga cairan lilin masuk dan bertahan lama di dalam kain.
Selanjutnya, kain yang sudah ditulisi atau dilukis dengan lilin tersebut di celup ke dalam warna sesuai keinginan. Tentunya diawali dengan warna-warna muda. Lantas, pencelupan yang lain digunakan untuk warna-warna yang lebih tua atau mendekati gelap. Ada beberapa kali proses perwarnaan. Kain yang sudah dibatik lalu dicelup ke dalam bahan kimia untuk menanggalkan lilin yang masih melekat.
TRENDI BATIK
Sekarang, batik dapat dikolaborasi dengan beragam bahan. Mulai dari celana bahan, jeans, rok, juga laggging. Lihat saja tren mode beberapa bulan ke belakang. Desainer fesyen berlomba menciptakan kreativitas tingkat tinggi untuk menghadirkan cita rasa batik dalam nuansa balutan.
Proses penciptaan dari olahan tangan-tangan terampil itu muncul beragam mode padupadan baju. Selain itu, dari tangan-tangan cekatan itu pula muncul beragam hasil karya seni bernilai tinggi lainnya.
JENIS BATIK
Ada begitu bayak jenis batik yang dikenal di masyarakat kita. Akan tetapi dari teknik pembuatannya dapat terbagi menjadi:
Batik Tulis
Di batik jenis ini, tekstur dan corak batik dihias memakai tangan. Batik tersebut dibuat perlu waktu 2 hingga 3 bulan lebih.
Batik Cap
Kain dihias berupa tekstur dan corak yang dibentuk menggunakan cap (cap biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan tak selama batik tulis, hanya butuh waktu 2 hingga 3 hari saja.
Batik Lukis
Proses pembuatan batik ini langsung melukis di kain putih.
MENCUCI BATIK
Batik tak boleh dicuci sembarangan. Jika batik salah cuci, itu akan menyebabkan warna batik menjadi pudar. Batik-batik yang bagus biasanya dicuci menggunakan buah lerak yang dapat diperoleh di pasar tradisional.
Sabun bubuk dalam bentuk botol juga dapat di peroleh di toko-toko batik. Hindari menjemur batik langsung di bawah sinar matahari. Akan tetapi jemur di tempat sejuk sembari diangin-anginkan.Semoga, salah satu warisan terbesar bangsa ini tak hanya sebatas warisan. Tetapi, tetap terus dipertahankan hingga generasi mendatang.
Posted by: |