Aku mau anak kita laki-laki! Tidak! Aku mau anak kita perempuan! Begitulah perdebatan sengit yang terjadi terhadap pasangan yang masing-masing mempertahankan pendapat dan keinginan. Tak ada yang mau mengalah. Andai saja pasangan tersebut tahu caranya, tentu tak perlu repot-repot hingga harus adu otot leher.
Sejarah Penentuan Jenis Kelamin
Zaman dahulu, tabib Cina mempercayai, jenis kelamin anak ditentukan oleh bulan ketika pembuahan terjadi juga usia sang ibu saat itu. Orang Prancis yakin, jenis kelamin anak ditentukan pula oleh nutrisi ibu selama masa menstruasinya, sebelum terjadi pembuahan. Lalu, muncullah istilah yang mereka sebut “The French Diet”.
Dari penelitian diperoleh bahwa, pasangan yang memiliki anak laki-laki diketahui mengonsumsi makanan yang banyak mengandung sodium dan kalsium. Sementara, pasangan dengan anak perempuan banyak memakan makanan yang mengandung kalium dan magnesium.
Dari situlah lantas muncul metode diet untuk penentu jenis kelamin anak. Pertama, tinggi natrium (cenderung asin-asin) dan kalium: kentang, jamur, daging, pisang, aprikot, melon, dan sebagainya. Kedua, tinggi magnesium seperti wortel, timun, bawang, kacang, maupun sayur hijau.
Ingin anak laki-laki atau perempuan? Begitu biasanya pasangan suami istri saling melemparkan pertanyaan satu sama lain. Dalam teknologi kedokteran yang semakin maju, “menentukan” jenis kelamin anak memang bisa dilakukan melalui teknik In Vitro Fertilization (IVF), atau biasa disebut bayi tabung. Tetapi sayangnya, sebagian besar masyarakat tidak memiliki kemampuan atau keinginan menghabiskan biaya puluhan juta untuk “memilih” jenis kelamin anak.
Untunglah, ada beberapa cara alami untuk “memilih” jenis kelamin anak, seperti yang dijelaskan di dalam berbagai situs ini, independent.co.uk, associatedcontent.com, articlecity.com, babygenderguide.com, squidoo.com, dan squidoo.com. Cara alami ini mungkin belum terbukti efektif secara klinis, tetapi banyak wanita yang sudah mencobanya dan mengalami kesuksesan.
Memilih Jenis Kelamin Anak dengan Posisi Seks
Oleh karena kelahiran bayi dimulai dengan bertemunya sel sperma dan sel telur, maka pembahasan pertama dimulai dengan posisi seksual yang memungkinkan sel sperma dan sel telur itu bertemu. Jika ingin anak laki-laki, cobalah dalam posisi rear-entry (dari belakang vagina atau lebih dikenal dengan istilah doggie-style), atau bisa juga dengan posisi berdiri. Pasalnya, dalam kedua posisi tersebut akan terjadi penetrasi lebih dalam. Juga, jika sang suami mencapai klimaks lebih dahulu, maka hampir bisa dipastikan, Anda akan melahirkan anak laki-laki. Bagaimanapun, jika Anda menginginkan anak perempuan cobalah missionary position atau berhubungan intim dengan posisi Anda (wanita, red) di atas. Jika Anda yang pertama mencapai klimaks, maka Anda berpeluang mendapat anak perempuan.
Jenis Kelamin Bayi Ditentukan dari Makanan Sang Ibu
Jika Anda kaum ibu berencana punya anak, maka inilah saatnya untuk mulai berpikir tentang makanan dan kaitannya dengan jenis kelamin bayi. Mengonsumsi makanan tertentu seharusnya dimulai dua bulan sebelum Anda merencanakan punya anak.
Mengonsumsi jenis makanan berbeda dapat mengubah pH vagina. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui makanan apa yang baik untuk menentukan jenis kelamin bayi. Kromosom X dan Y pada sel sperma punya karakteristik berbeda dan mengendalikan pH vagina. Hal itu dapat membantu “memilih” jenis kelamin bayi Anda.
Oleh karena kromosom Y (sperma laki-laki) tidak dapat bertahan lama dalam lingkungan yang bersifat asam, maka pH vagina Anda harus diturunkan. Jika menginginkan bayi laki-laki, maka dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya sodium (natrium) dan potassium (kalium). Konon, makan pisang akan meningkatkan peluang Anda memperoleh bayi laki-laki. Hal itu itu benar. Karena, pisang kaya natrium dan kalium. Anda sebaiknya memang mengonsumsi makanan yang kaya unsur-unsur basa, seperti banyak terdapat dalam sayuran jika menginginkan anak laki-laki.
Secara ringkas, jika Anda ingin punya anak laki-laki, maka Anda harus mengonsumsi daging, semua jenis buncis, kentang, buah-buahan (aprikot, plum, ceri, pisang, atau kiwi), banyak ragi roti, dan jamur. Makanan harus dihidangkan agak asin dan pedas, tetapi tidak terlalu manis. Minum teh, tapi menghindari minum atau makan yang mengandung cokelat dan susu. Tidak mengonsumsi kacang-kacangan dan telur.
Sementara, untuk memiliki anak perempuan, Anda harus banyak makan ikan, telur, hanya sedikit daging merah, maupun ayam. Semakin banyak produk susu (susu, keju, dan mentega) akan semakin baik. Anda dapat mengonsumsi aneka sayuran seperti wortel, timun, kacang polong, bawang, dan tomat. Cobalah untuk mengonsumsi banyak buah-buahan kecuali aprikot, buah prem, ceri, pisang, dan kiwi. Semua buah manis dibolehkan. Banyak minum kopi, cokelat, dan susu, tapi hindari makanan terlalu asin dan pedas.
Teori tentang efek diet terhadap seleksi jenis kelamin anak memamg berlimpah, namun sulit dibuktikan secara ilmiah. Salah satu studi tentang diet yang dilakukan 281 pasangan seperti dikutip independent.co.uk menemukan, bahwa mereka yang taat terhadap diet dan ditentukan untuk mengonsumsi makanan kaya kalsium, magnesium, natrium, dan kalium sebelum berkomitmen mempunyai anak, ternyata mencapai keberhasilan 80 persen. Studi kedua yang menggunakan teknik serupa mendapati dari 47 kelahiran, hanya tujuh yang gagal memberikan jenis kelamin berbeda. Meski demikian, bagaimana mekanisme kerjanya, belum jelas.
Memilih Jenis Kelamin Anak dengan Penentuan Waktu yang Tepat
Memaksimalkan upaya untuk memperoleh anak lelaki atau perempuan, telah diusulkan lebih dari 20 tahun lalu oleh seorang dokter Amerika, Landrum B Shettles. Beliau menulis buku How Choose the Sex of Your Baby, yang terus mengalami cetak ulang hingga kini. Diklaim, 75 persen efektif. Salah satu teorinya adalah penentuan waktu berhubungan intim. Menurut teori itu, semakin dekat ketika berhubungan intim ke saat ovulasi (pembuahan atau bertemunya sel sperma dan sel telur), maka makin besar peluang mendapatkan anak laki-laki. Karena, sperma Y lebih cepat dan menjadi yang pertama mencapai telur. Konon, berhubungan intim tiga hari atau lebih sebelum ovulasi, akan memperbesar peluang mempunyai anak perempuan.
Dr John Martin Young, seorang ahli seleksi jenis kelamin asal Texas meyakini, bahwa pasangan lebih mungkin mendapatkan anak laki-laki jika mereka menghindari seks menjelang ovulasi. Dan lebih mungkin mendapatkan anak perempuan selama ovulasi. Ia merekomendasikan agar kaum wanita mengetahui periode siklus datang bulannya. “Jika pasien memperhatikan waktu yang tepat terhadap siklus mereka, maka peluang untuk mendapatkan jenis kelamin anak seperti yang mereka inginkan adalah dua banding tiga”.
Sementara itu, metode Whelan yang diberi nama sesuai penemunya, Dr. Elizabeth Whelan, diklaim menjadi 68 persen efektif untuk anak laki-laki dan 56 persen untuk anak perempuan. Metode ini juga menitik-beratkan penentuan waktu yang tepat untuk berhubungan intim. Tetapi, lebih menekankan, bahwa perubahan kimia yang sesuai untuk menghasilkan anak laki-laki terjadi lebih awal dalam siklus wanita. Jika anak laki-laki yang diinginkan, berhubungan intim seharusnya dilakukan empat hingga enam hari sebelum suhu tubuh dasar Anda (suhu tubuh ketika Anda bangun) naik. Jika ingin anak perempuan, maka sebaiknya pasangan bersetubuh dua hingga tiga hari sebelum ovulasi.
Menentukan Jenis Kelamin Anak dengan Cara Lainnya
Ada studi lain yang menyimpulkan, bahwa laki-laki yang mengenakan celana dalam lebih ketat atau menjaga skrotum mereka lebih hangat akan berpeluang lebih besar punya anak perempuan, karena sperma Y memerlukan suhu yang lebih dingin untuk bertahan.
Stimulasi (rangsangan) selama berhubungan intim (kopulasi) juga penting untuk “menentukan” jenis kelamin bayi. Jika menginginkan anak perempuan, istri seharusnya menghindari stimulasi selama bersebadan. Sekresi dari vagina akan bersifat basa jika distimulasi. Oleh karena itu, stimulasi merangsang aktivitas sperma Y. Jika menginginkan anak laki-laki, suami seharusnya berejakulasi setelah istri distimulasi.
Tidak melakukan hubungan seks selama satu minggu sebelum ovulasi juga merupakan upaya lain yang dapat dilakukan. Hal itu akan memastikan jumlah sperma akan meningkat dibandingkan ketika Anda berhubungan intim ketika ovulasi. Semakin banyak jumlah sperma, maka akan semakin banyak pula sperma Y (penentu jenis kelamin laki-laki).
Memang tidak ada jaminan 100 persen dalam upaya “penentuan” jenis kelamin anak. Ada beberapa metode ilmiah yang melibatkan “pemilahan” sperma. Tetapi, sebagian besar masih dalam penelitian dan biayanya tentu sangat mahal. Apapun, metode yang Anda pilih tetaplah ketentuan ada di tangan Sang Pencipta. We proposes but God dispose!
Meski pemeriksaan jenis kelamin anak saat dalam kandungan sudah bisa dilakukan dengan menggunakan USG, namun ada beberapa cara untuk menebak jenis kelamin bayi yang masih dalam kandungan. Beberapa yang tercantum di bawah ini paling populer. Dikumpulkan dari seluruh dunia. Tetapi, ingat cara ini hanya berpeluang 50 persen kebenarannya.
Anda mungkin mengandung anak laki-laki jika...
Denyut jantung bayi Anda lebih rendah dari 140 per menit.
Tidak mengalami morning sickness (ngidam) pada tiga bulan pertama saat kehamilan.
Payudara kanan lebih besar dari payudara kiri.
Senang mengonsumsi makanan asin atau protein seperti keju dan daging.
Kaki Anda mudah terasa dingin dibandingkan sebelum hamil.
Kulit menjadi lebih kering.
Jumlahkan usia saat Anda hamil dengan jumlah bulan Anda hamil akan menghasilkan bilangan genap.
Rambut Anda tampak lebat dan bersinar saat hamil.
Rambut di kaki Anda tumbuh lebih cepat selama kehamilan.
Anda lebih sering mengalami sakit kepala.
Air seni Anda berwarna kuning cerah.
Lebih suka tidur miring ke kiri.
Anda cenderung lebih agresif ketika berhubungan intim.
Anda mungkin mengandung anak perempuan jika...
Denyut jantung bayi Anda lebih cepat dari 140 per menit.
Anda mengalami ngidam pada tiga bulan pertama masa kehamilan.
Payudara kiri lebih besar dibandingkan payudara kanan.
Anda senang mengonsumsi makanan manis, seperti jus dan buah-buahan.
Kulit Anda terasa lebih lembut.
Anda kurang agresif saat berhubungan intim.
Jumlahkan usia saat Anda hamil dengan jumlah bulan Anda hamil akan menghasilkan bilangan ganji.
Rambut lebih tipis dan suram saat hamil.
Anda lebih suka tidur dengan posisi miring ke kanan.
Air seni Anda berwarna kuning pucat.
Dimuat di majalah d'sari vol 15 April-Mei 2010 dalam rubrik d'sari Tahu.
Posted by: |