Kanker tak saja menyerang wanita. Para pria pun perlu waspada. Salah satu kanker yang banyak menyerang pria adalah kanker testis. Apa dan bagaimana kanker ini dapat menyerang?
Jangan kaget jika suatu hari Anda memergoki suami atau anak laki-laki Anda tanpa busana berdiri di depan cermin sembari meraba-raba dan mengamati organ intimnya. Kelakuan mereka itu tak perlu membuat Anda cemas. Pasalnya, mereka memang sedang melakukan pemeriksaan sendiri terhadap risiko terkena kanker testis atau bahasa medisnya testicular self-examination.
Testicles (testes) adalah bagian dari sistem reproduksi pria. Satu testes disebut juga testis atau buah pelir. Pada pria dewasa, ukuran normal dua organ itu kira-kira lebih kecil dari bola golf. Testis berada di dalam kantung kulit yang disebut scrotum (skrotum atau kantung buah zakar), yang tergantung di dasar penis.
Saat terbaik untuk memeriksa testis setelah mandi dengan air hangat. Kehangatan air akan mengendurkan skrotum, sehingga memudahkan kita (pria) untuk menemukan sesuatu yang tidak wajar di dalam testisnya.
Untuk melakukan pemeriksaan dini terhadap gejala kanker testis, ikuti langkah berikut.
Berdiri di depan cermin. Lihat benjolan atau pembengkakan pada kulit skrotum.
Periksa masing-masing testis dengan kedua tangan. Letakkan jari telunjuk dan jari tengah di bawah testis, sedangkan posisi jempol ada di bagian atas.
Secara lembut, putar bola testis dengan jari tangan. Ingat testis biasanya lembut, berbentuk oval dan agak keras pada bagian bolanya. Normal jika salah satu testis lebih besar dari yang lainnya. Bagian epididymis (pembuluh yang menyalurkan sperma) yang terletak di bagian atas testis juga merupakan bagian normal dari skrotum. Saat memeriksa testis satu per satu, coba rasakan, apakah ada benjolan yang tidak normal, di bagian depan atau samping. Benjolan sebesar beras bisa menjadi tanda bahaya untuk testis, apalagi jika timbul rasa sakit. Dengan melakukan pemeriksaan secara teratur, maka seseorang akan terbiasa dengan testisnya dan menyadari adanya perubahan (pembesaran atau penciutan) yang terjadi.
Jika menemukan benjolan segera periksa ke dokter. Kanker testis sangat mudah disembuhkan, terutama ketika diidentifikasi sejak dini.
Memang tidak ada ketentuannya, seberapa sering harus mengecek bola testis. Tapi, minimal sebulan sekali daerah tersebut perlu diperiksa. Dengan melakukannya sesering mungkin, bentuk dan ukurannya pun bisa dirasa dan dikenali dengan baik oleh si pemilik.
Selain tanda pada testis itu sendiri, gejala kanker testis juga ditemukan di tempat lain, seperti pembesaran atau tenderness (daerah yang jika ditekan terasa sakit) pada payudara. Rasa lelah atau merasa tidak enak badan secara menyeluruh tanpa diketahui penyebabnya.
Testis membuat hormon pria yang paling banyak disebut testosteron. Testis juga membuat sperma. Sel-sel sperma keluar dari testis menuju ke tuba (saluran) melingkar di dalam skrotum yang disebut epididimis melalui vas deferens ke seminal vesicles (kantong semen). Semen adalah kumpulan dari sel-sel sperma. Di dalam kantong sperma, sel-sel sperma bercampur dengan fluida dari kelenjar prostat. Selama ejakulasi, sel-sel sperma, fluida di dalam kantong, dan fluida prostat memasuki uretra dan ke luar ke ujung penis. Uretra adalah tuba di pusat penis yang merupakan tempat pengeluaran urin dan semen.
Dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker testis jarang terjadi. Meski demikian mereka yang berusia 15 sampai 35 harus waspada. Kanker testis mudah disembuhkan, bahkan ketika kanker sudah menyebar di luar testis. Tergantung pada jenis dan stadium kanker testis. Penderita mungkin menerima satu atau beberapa pengobatan, maupun kombinasi. Pemeriksaan testis sendiri secara teratur dapat membantu mengenali pertumbuhan lebih awal, sehingga peluang pengobatan kanker testis sangat besar.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut segera periksakan diri ke dokter, terutama jika tanda-tanda atau gejala bertahan lebih dari dua minggu. Jika benjolan tidak terasa nyeri, penderita pun harus tetap memeriksakan diri ke dokter.
Hingga sekarang belum jelas apa yang menjadi penyebab kanker testis. Para dokter hanya mengetahui, bahwa kanker testis terjadi ketika sel-sel sehat di dalam testis mengalami perubahan. Sel-sel sehat tumbuh dan membelah dengan teratur untuk menjaga tubuh berfungsi normal. Tetapi, kadang-kadang beberapa sel berkembang tidak normal. Hal itu menyebabkan pertumbuhan yang tak terkendali. Sel-sel kanker itu terus membelah, bahkan ketika sel-sel baru tidak diperlukan. Sel-sel yang mengalami perubahan itu berakumulasi dan membentuk massa di dalam testis.
Hampir semua kanker testis dimulai di dalam germ cells (sel-sel kecambah), sel-sel di dalam testis yang menghasilkan sperma belum matang. Apa yang menyebabkan germ cells menjadi tidak normal dan berkembang menjadi kanker, belum diketahui.
Faktor yang mungkin meningkatkan risiko seseorang terkena kanker testis, meliputi:
An undescended testicle (cryptorchidism atau testis tidak turun).
Testis terbentuk di dalam area abdomen selama perkembangan fetal, padahal biasanya turun ke dalam skrotum sebelum lahir.
Perkembangan testis tidak normal.
Kondisi yang menyebabkan testis berkembang tidak normal, seperti sindrom Klinefelter, mungkin meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.
Riwayat keluarga.
JikBila anggota keluarga ada yang menderita kanker testis, maka lebih besar risiko terkena penyakit serupa.
Usia.
Kanker testis banyak diderita para remaja dan dewasa muda, terutama mereka yang berusia 15 sampai 35 tahun. Bagaimanapun, kanker ini dapat terjadi di semua usia.
Ras.
Kanker testis lebih sering terjadi pada mereka yang berkulit putih dibandingkan yang berkulit hitam. [Jun-Dwi Karyani] Dimuat di Majalah d'sari vol 15 April-Mei 2010 dalam rubrik Serba Serbi.
Posted by: |