Sehat itu seperti mahkota yang tak ternilai harganya. Siapapun ingin mendapatkan dan tak rela melepaskannya. Oleh karenanya, jangan sia-siakan kesempatan Anda, jaga dan manfaatkanlah anugerah dari yang Mahakuasa itu dengan senantiasa berlaku seimbang (proporsional) dalam segala hal. Bagaimana carannya?
Siapa di antara orang Indonesia, bahkan dunia yang tidak mengenal kedelai? Kedelai sebagai salah satu sumber protein terbesar untuk tubuh. Beragam panganan banyak diolah dari tumbuhan kacang-kacangan tersebut. Sebut saja tempe. Di Jepang, tempe sudah diolah dengan beragam rasa dan campuran. Memang dengan bahan baku utama kacang kedelai.
Jika kita tak mengkonsumsi kedelai, itu sama artinya kita menghalangi diri sendiri untuk sehat dengan cara yang sangat mudah. Sehat penuh vitalitas dan awet muda. Pada hakikantnya, kacang kedelai seperti sebuah benteng. Berfungsi menghambat serangan proses penuaan, mengapa? Karena, kacang kedelai penuh dengan materi-materi yang sangat efektif melawan proses oksidasi terhadap sel-sel tubuh.
Itu sebabnya, mengapa banyak orang lanjut usia di Jepang punya kondisi kesehatan yang baik. Sebagian besar makanan mereka mengandung unsur kacang kedelai.
Kandungan Kacang Kedelai
Kedelai kaya dengan bahan yang bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian di Amerika mengungkapkan, bahwa protein yang ada pada kedelai mampu mengurangi beragam kanker. Penelitian lain juga menjelaskan, “genistein” yang ada pada kedelai disinyalir punya efek istimewa yang kuat untuk melindungi diri dari kanker payudara dan prostat.
Asam amino yang terdapat dalam kedelai lebih kecil kemungkinannya teroksidasi, demikian diungkap oleh Dokter Herman. Genistein melindungi pembuluh arteri, karena menghalangi pembiakan kanker sel dan menghambat penyebaran materi “plak” sebagai penyebab penyumbatan pembuluh arteri.
Kedelai juga punya efekt luar biasa melawan aktivitas enzim thrombin yang menyebabkan pembekuan darah. Dengan begitu, otomatis kedelai mencegah krisis jantung.
Efektivitas Kedelai
Bahan kimia yang terdapat dalam kedelai efektif melawan kanker payudara. Kedelai punya efek langsung antikanker terhadap sel. Juga berpengaruh pada estrogen ketimbang obat antikanker tamoksifen. Caranya, menghambat kemampuan hormon estrogen untuk melakukan mutasi pada sel-sel payudara. Oleh karenanya, kedelai membantu mencegah penyebaran kanker payudara untuk semua umur, baik sebelum menopause atau sesudahnya.
Beberapa sumber menyebutkan, kedelai membantu meningkatkan kadar kolesterol, baik HDL (high-density liporoteini) hingga 15 persen. Kedelai juga membantu mengurangi lemak jenuh trigliserida , sehingga mampu meningkatkan kualitas aliran darah ke jantung. Juga mengembalikan vitalitas pembuluh arteri.
Jika kita mengonsumsi susu kedelai, itu sama seperti kita mengonsumi vitamin D. Artinya, dengan minum susu kedelai, oksidasi lemak berbahaya dalam tubuh dapat dicegah. Dengan begitu, kedelai dapat membantu mencegah bahaya yang mengancam pembuluh arteri. Hal itu berdasarkan riset terbaru yang dilakukan di Jepang.
Kedelai juga mampu melawan insulin yang “berkhianat” dalam darah. Selain itu, juga mampu menstabilkan kadar gula dalam darah. Ditengarai, kedelai secara khusus kaya asam amino arginin dan protein glisin (protein kedelai termasuk dalam kelompok globulin-red) yang membantu mengatur kadar insulin dalam darah.
Konsumsi protein kedelai dalam jumlah banyak, seperti susu kedelai, tahu, dan tempe, membantu membentuk tulang lebih kuat. Hal ini yang dilakukan wanita di Jepang. Protein tersebut kebalikan dari protein hewani yang mengusir kalsium dari tubuh melalui air seni. Karena protein kedelai tidak melakukan hal itu.
Diungkapkan oleh Carefair, kacang kedelai telah lama dihubungkan dengan hormon seks wanita. Penelitian medis telah menemukan fakta, bahwa kedelai mengandung bahan kimia yang menyerupai hormon estrogen, yaitu hormon seks wanita. Bahan kimia utama dimaksud adalah isoflavon. Ditemukan pada sebagian besar produk olahan kedelai.
Hal itu mengundang pertanyaan kaum pria, apakah kacang kedelai juga efektif untuk hormon seks mereka? Faktanya, ketika terlalu banyak estrogen dalam tubuh pria, hal ini menciptakan masalah lemak tubuh.
Secara alami, wanita memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi dari pria. Dan mengonsumsi kedelai terlalu banyak dapat menyebabkan pria memiliki kesulitan menghilangkan lemak tubuhnya saat ingin membentuk otot.
Sebelum Anda panik dan membuang semua produk olahan kedelai di rumah, penting untuk diingat, bahwa sebenarnya jumlah kacang kedelai yang cukup besar dapat memengaruhi kesuburan dan jumlah sperma pria. Bahkan, dalam penelitian medis yang dilakukan pada tikus dan manusia, hanya jumlah tinggi kacang kedelai yang ditemukan berdampak terhadap jumlah sperma.
Jika Anda tidak yakin atau khawatir tentang bagaimana Anda dapat secara aman menambah kacang kedelai dalam daftar diet harian, bicaralah dengan dokter. Dokter akan merekomendasikan, berapa banyak Anda mengonsumsi olahan kacang kedelai, disesuaikan dengan tinggi badan, berat badan, usia, dan gaya hidup Anda.
Kalau sudah mengalami masalah kesuburan, dokter juga akan mendiagnosis, apakah asupan kedelai Anda memang berperan cukup signifikan atau tidak untuk tujuan tersebut.
Pastikan Ada Bahan Olahan Kedelai di Makanan Anda
Tua? Sebagian besar orang menghindari penuaan sedini mungkin dengan beragam cara. Ada banyak cara yang orang-orang lakukan, salah satunya mengonsumsi kedelai. Pastikan, Anda menyerap protein yang terdapat pada susu kedelai, tepung kedelai, dan semua bentuk produk olahan dari kedelai. Seperti tahu, tempe, minyak, dan kecap kedelai.
Fakta kesehatan menunjukkan bahwa vitalitas dan kemampuan tubuh melawan proses penuaan diperoleh dari protein kedelai untuk beberapa makanan. Seperti, memakai 1/3 gelas tepung kedelai dan 2/3 tepung gandum untuk membuat roti.
Susu kedelai bebas lemak (non-fat). Anda juga dapat menambahkan makanan yang terbuat dari biji-bijian. Dapat juga Anda buat susu kocok (milkshake) dari bebuahan ditambah tahu dan susu kedelai. [Jun]
Glycemix Index (GI)
Glycemix Index atau Indeks Glikemik merupakan sistem peringkat untuk menilai seberapa cepat glukosa atau gula dari suatu jenis makanan masuk ke aliran darah. Atau dapat dibilang, seberapa cepat karbohidrat dalam makanan dapat meningkatkan kadar gula darah dalam skala pangan 0--100.
Ada tiga kelompok makanan menurut nilai GI, sebagai berikut.
Makanan dengan nilai GI rendah atau low GI kurang dari 55.
Makanan dengan nilai GI sedang atau medium GI kisaran 55 hingga 70.
Makanan dengan nilai GI tinggi atau high GI lebih dari 70.
Sangat penting mengenal nilai GI dalam sumber makanan kita. Itu dipergunakan sebagai referensi untuk menentukan jumlah dan jenis makanan sumber karbohidrat yang tepat untuk menjaga kesehatan dan berat badan.
Kecepatan penyerapan karbohidrat oleh tubuh mengindikasikan, bahwa nilai GI makanan tersebut tinggi. Penyerapan yang cepat berkorelasi terhadap rasa lapar yang cepat pula. Oleh karenanya, kita akan cenderung mengonsumsi makanan secara berlebih. Sebaliknya, jika karbohidrat yang dicerna perlahan akan melepaskan glukosa secara bertahap ke aliran darah, sehingga indek glikemik terbilang rendah.
Karena pelepasan yang dilakukan secara bertahap tadi, maka glukosa dapat memberikan tenaga sesuai yang dibutuhkan, sehingga tak akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh. Hal inilah yang akan membantu menjaga berat badan kita.
Jepang, dengan inovasi yang sangat kreatif menemukan salah satu bentuk makanan rendah GI berbahan dasar kedelai, yang dikolaborasi beragam buah dengan nilai indeks 23--28 (dalam skala 0--100), sehingga kita tak khawatir menjadi gemuk atau berat badan bertambah jika mengonsumi makanan tersebut, seperti dikutip dari [www.fatfreekitchen.com]. [Jun]
Beberapa Jenis Makanan dengan GI Rendah, Sedang, dan Tinggi.
GI Rendah
|
Jenis Makanan
|
Nilai GI
|
|
Anggur
|
43
|
|
Apel
|
34
|
|
Brokoli
|
10
|
|
Butter
|
30
|
|
Whole Wheat
|
49
|
|
Jamur
|
10
|
|
Jeruk
|
40
|
|
Kacang Polong
|
42
|
|
Keju
|
33
|
GI Sedang
|
Jenis Makanan
|
Nilai GI
|
|
Bit
|
64
|
|
Instant Oat Meal
|
66
|
|
Cola (soda)
|
65
|
|
Es Krim
|
62
|
|
Jagung
|
68
|
|
Kismis
|
64
|
|
Pisang
|
58
|
|
Humbergur Bun
|
61
|
|
Maple Syrup
|
68
|
GI Tinggi
|
Jenis Makanan
|
Nilai GI
|
|
Biskuit
|
79
|
|
Cookies
|
77
|
|
Donat
|
76
|
|
Jelly Beans
|
80
|
|
Kurma
|
103
|
|
Semangka
|
103
|
|
Labu
|
75
|
|
Pizza
|
83
|
|
Rice Cracker
|
91
|
[Sumber: www.soyjoy.co.id] Dimuat di majalah d'sari vol 15 April-Mei 2010 dalam rubrik d'sari Tahu.
Posted by: |